Follow Us @soratemplates

Sunday, 24 November 2013

Engkau Suka, Aku Suka (Skenario)

Sunday, November 24, 2013

SINOPSIS
Meila, salah satu mahasiswi yang juga seorang penyiar radio kampus tiba-tiba menarik perhatian Laxi seorang vocalist band dan mahasiswa yang mempertahankan gelarnya sebagai mahasiswa abadi karena tidak pernah menyelesaikan studinya.
Kehidupan Meila yang sederhana namun penuh dengan makna yang tak biasa begitu menarik perhatian Laxi yang memiliki kehidupan cenderung tak beraturan. Perhatian yang lambat laun merubah kehidupannya ke arah yang lebih positif.
Pertemuan pertama mereka di studio radio kampus pada acara yang sama, ternyata menjadi hal yang tak biasa bagi Laxi. Dia merasa ada sesuatu yang membuat gadis berjilbab itu seolah berbeda dari yang lain.
Seiring kedekatan yang dijalani keduanya, Laxi menemukan sisi yang membuat Meila berbeda dan membuat ia begitu menyukai gadis ini. Sisi positif yang mendominasi pada diri Meila akhirnya menjadi inspirasi dan menular pada sikap Laxi yang cenderung mendominasi ke sisi negatif . Tapi ternyata Meila pun memiliki alasan atas sikapnya. Seseorang yng menjadi inspirasi atas berbagai sikap positif dalam hidupnya. Seseorang yang juga tidak pernah diduga sebelumnya oleh Laxi.

TREATMENT
Pertemuan pertama Meila seorang mahasiswi yang juga memandu acara di Radio kampus dengan Laxi mahasiswa yang tak kunjung rampung kuliahnya dan vokalis band yang saat itu menjadi bintang tamunya sebenarnya sederhana. Meski saat itu hari valentine, bukan itu yang membuat Laxi merasa pertemuan itu istimewa. Laxi menemukan ada sesuatu yang menarik dalam diri Meila di balik jilbab yang dikenakannya.
Hari berikutnya Laxi bangun pagi-pagi sekali untuk sengaja datang ke studio radio kampus untuk menemui Meila dan mencari tahu apa yang membuat perempuan itu menarik perhtiannya. Saat Laxi sampai di studio, Meila sedang memandu acara di ruang siaran dengan ceria seperti biasa. Laxi menunggu di ruang tunggu yang hanya disekat oleh kaca kedap suara dengan ruang siaran. Tanpa disadari, Laxi memandang dengan dalam ke arah perempuan cantik berbalut jilbab di ruang siaran sambil bercengkrama dengan pikiran dan perasaannya. Sampai akhirnya Meila keluar dari ruang siaran dan membuyarkan lamunannya.
Untuk menyelidiki apa yang membuat Meila begitu menarik, Laxi mengajaknya untuk berbincang di taman belakang kampus. Namun dengan cuek Meila menolak dengan alasan yang mungkin tidak masuk akal. Dia takut karena tempat tersebut banyak setannya, dan menyarankan kafe depan kampus sebagai gantinya.
Di tengah suasana kafe yang ramai oleh mahasiswa yang sudah berhenti dari aktifitasnya atau orang-orang yang hanya ingin rehat sejenak, keduannya memesan minuman. Laxi yang masih penasaran dengan alasan Meila membawanya ke tempat ini karena takut setan. Ternyata diluar dugaan, prinsip bahwa jika perempuan dan laki-laki yang bersama ditempat sepi seperti itu akan ditemani setan adalah landasan utamanya. Meski aneh, tapi menurut Laxi cukup masuk akal.
Sikap unik Meila itu membawa Laxi menuju pertanyaan pegangan hidupnya selama ini. Dengan ciri khasnya yang santai, Meila menjawab bahwa selama ini tak ada pegangan apapun karena kehidupan yang dia miliki pun milik seseorang. Jadi dia pun hanya melakukan apapun yang memiliki kehidupannya suka.
Laxi masih belum bisa mencerna apa maksud dan siapa seseorang yang Meila bicarakan. Sampai akhirnya ia menyinggung pertemuan pertama mereka saat acara spesial hari valentine di radio. Apakah statment cinta tak hanya dari mata turun ke hati tapi juga harus berlanjut ke rasio yang diutarakan Meila merupakan keinginan seseorang itu?. Titik penasaran Laxi pun memuncak dengan pertanyaan siapa sebenarnya seseorang yang di maksu itu. Dengan sigap Meila menjawab bahwa itu adalah proses, dan itu hal yang Dia sukai. Karena Cinta juga merupakan anugerah yang juga harus kita jaga. Dengan menjalani proses sinerginya rasa dan rasio itu aku yakin akan mendapatkan cinta dari seseorang suatu saat nanti. Bukan untuk dipermainkan lantas ditinggalkan seperti orang-orang yang pacaran lantas putus begitu saja tapi cinta yang kita sering sebut true love. Berat atau cenderung aneh memang menurut Meila sendiri. Tapi setidaknya masuk akal. Setelah itu Meila pun meninggalkan Laxi tanpa memberi jawaban atas pertanyaan jati diri seseorang yang Meila maksud.
Saat itu Laxi hanya menyimpulkan bahwa Meila hanya melakukan yang etah siapa, mungkin orang tua yang jelas orang yang sangat berharga yang menggenggam hidupnya sukai. Dengan membawa kesimpulan itu, Laxi merasa harus melakukan hal yang sama.
Dua tahun berlalu, kehidupan Laxi berubah 180 derjt setelah mengenal Meila. Mahasiswa yang dikenal sebagai mahasiswa abadi itu berhasil wisuda tahun ini dengan nilai yang cukup memuaskan. Kehidupannya yang semula yang tak beraturan menjadi lebih baik sampai kepercayaan orang tuanya pun untuk melanjutkan studi ke luar negeri pun berda dalam genggamannya saat ini.
Selepas acara wisuda, Laxi bertemu dengan Meila dan teman-temannya dari radio yang ingin mengucapkan selamat padanya. Saat berbincang dengan Meila, Laxi mengucapkan terima kasih kepada Meila karena ternyata semua hal yang menjadikannya manusia yang lebih baik dari sebelumnya adalah karena dia.
Seperti yang Meila lakukan, Laxi pun mengatakan bahwa ia melakukan semua yang ia lakukan karena Meila menyukainya. Menyelesaikan studi dan menjalani hidup dengan lebih baik adalah hal yang disukai Meila. Maka Laxi pun melaksanakannya karena seseorang bagi Laxi adalah dirinya. Begitu pun dengan permintaan ayahnya untuk melanjutkan studi ke luar negeri, Laxi meminta pendapat darinya langsung.
Untuk sesaat Meila terdiam dan menatap langit yang biru terang di atasnya. Sampai akhirnya di mengatakan bahwa dia belum memberi tahu siapa seseorang dalam hidupnya itu. Ternyata Seseorang itu adalah Allah, sang Khalik pemilik kehidupan semua makhluk termasuk Meila dan Laxi. Meila mengatakan  bahwa Semua yang dilakukannya juga hanya karena Dia suka dan aku juga tak mau terlihat bodoh dengan melakukan hal yang dibenciNya. Karena Allah menyukai proses, dengan mata berkaca Meila menambahkan bahwa tanpa sepengetahuannya melalui proses Allah pun membimbing Laxi untuk mengikuti jalan yang disukaiNya.
Di akhir kata-katanya Meila meminta bahwa Proses itu harus naik ke tahap selanjutnya. Dengan menjadikan ‘seseorang’ yang semula dijadikan tolak ukur adalah dirinya, menjadi Allah karena saat ini dirinya adalah milikNya, jadi kembalikan semua padaNya. Karena Dia tahu yang terbaik untuk kehidupan kita semua. Begitupun rencana kehidupannya ke depan dengan minta pendapat dariNya.
Sebelum meninggalkan Laxi, dia berpesan semoga keyakinan Laxi tentang hal ini bisa istiqomah dan naik ke tingkatan lebih tinggi. Setelah termenung cukup lama memikirkan apa yang dikatakan Meila, laxi menemukan sebuah buku di tempat duduk yang di tinggalkan Meila beberapa saat lalu. TUNTUNAN SHALAT SUNNAH. Kemudian halaman pertama ternyata terselip sebuah catatan dalam kertas kecil. Setelah membacanya, senyum kecil terukir di wajah Laxi.
“mintalah pendapatNya yang terbaik dengan istikharah..”.

SKENARIO FILM PENDEK
“Engkau suka, aku suka ”

01.INT. STUDIO RADIO KAMPUS. SIANG
Meila yang berbalut jilbab biru memandu acara di radio kampus dengan penuh keceriaan seperti biasanya. Di ruang tunggu, Laxi yang terakhir akrab dengan Meila saat Bandnya menjadi bintang tamu acara yang dipandunya serius memandangi gadis itu dari balik dinding kaca kedap suara yang membatasi ruang tunggu dan ruang siaran.
LAXI
(berkata dalam hati sambil terus memandangi Meila)
Entah apa yang dimiliki gadis ini. Cantik kah? Banyak temanku yang lebih cantik darinya. Jilbab yang dikenakannya, aku rasa caranya memakai jilbab tak ada yang istimewa. Mungkin itulah yang membuatku bisa bangun pagi dan datang ke tempat ini. Mencari tahu kenapa dia terlihat istimewa.

Meila keluar ruang siaran dan mendapati Laxi yang duduk menatap kosong ke ruang siaran dari ruang tunggu.

MEILA
(melambai-lambaikan tangan di depan Laxi)
Haloo..Kak Laxi ngapain bengong disini? Bandnya Jadi bintang tamu lagi disini?

LAXI
(setengah kaget)
Hoh!! Eh, enggak aku nunggu kamu ada yang mau aku tanyakan sama kamu. Bisa ikut aku ke taman belakang kampus?

MEILA
(sambil berlalu)
oh..kita ke kafe depan aja yah biar rame, di taman belakang kampus takut banyak setannya, hihi

02.INT. CAFE DEPAN KAMPUS. SIANG
Setelah memesan makanan dan minuman, Laxi dan Meila Berbincang-bincang di tengah keramaian Cafe depan kampus oleh para mahasiswa yang berhenti sejenak dari aktifitas perkuliahannya.

LAXI
Mei, seriusan kamu kalo di taman belakang banyak setannya?di siang bolong gini??

MEILA
(manggut-manggut)
heuemm..apalagi setannya paling doyan ma cewek ma cowok yang berduaan,hahaha
oh ya, tadi kakak mu nanya apa??

LAXI
Ah..dasar,kirain apa.
Ehm...gini mei, aku cuma mau tahu apa seh yang kamu pegang dari hidup ini?

MEILA
wah..mulai serius neh..
ehm..sebenernya aku gak punya pegangan hidup kak,kenapa? Karena sebenernya hidup aku untuk Seseorang. Ya..so simple aja, aku mencoba berpegang aja padaNya dan apa yang Dia Suka. Dia menyukai ku tuk berpenampilan seperti ini, aku ikut. Dia suka aku menjaga pergaulan, aku coba ikuti dengan cara gak deket-deket taman belakang sekolah tadi, hehe. Yang pasti aku mencoba mengikut apa yang Dia sukai aja. Enough.

LAXI
Ehm..trus  pas waktu valentine kemarin aku jadi bintang tamu di acara kamu. Aku denger kamu sempet bikin statment kalo cinta tak hanya dari mata turun ke hati tapi juga harus berlanjut ke rasio. Apa itu juga karena seseorang? Terus seseorang yang kamu jadikan pegangan itu cowo apa cewe seh?

MEILA
(tersenyum tipis)
Proses, itu yang Dia sukai.
Cinta juga merupakan anugerah yang juga harus kita jaga. Dengan menjalani proses sinerginya rasa dan rasio itu aku yakin akan mendapatkan cinta dari seseorang suatu saat nanti. Bukan untuk dipermainkan lantas ditinggalkan seperti orang-orang yang pacaran lantas putus begitu saja tapi cinta yang kita sering sebut true love.
Aduh..berat ya..hehe tapi emang gitu seh yang aku yakini kak.
Oh ya kak..pertanyaan terakhir aku pending ya, aku gak bisa lama-lama neh harus pulang tar keburu sore. Duluan ya, Assalamualaikum.

LAXI
oh ya, waalaikum......salam.
Melakukan apa yang Dia suka.
(termenung dalam diam)

03.EXT. TAMAN DEPAN KAMPUS. SIANG
Setelah dua tahun menunda skripsi dan seolah berencana takkan menyelesaikan kuliahnya, pada akhirnya Laxi merampungkan kuliahnya. Semua hal yang tak disukai oleh ‘seseorang’ dimata Laxi, dia tinggalkan. Begitupun sebaliknya. ‘Seseorang’ itu adalah Meila. Perempuan yang beberapa bulan lalu memberinya inspirasi dan berperan penting dalam perubahan hidupnya.
Saat Laxi keluar dari auditorium, Meila dan teman-teman radio membawa ikatan bunga sebagai ucapan selamat. Sambil berjalan diantara orang-orang yang lalu lalang, Laxi dan Meila berbincang-bincang.

LAXI
Mei, Makasi banyak ya atas semuanya..

MEILA
(berhenti sejenak)
Hoh, makasi untuk apa? Yang bikin kakak diwisuda setelah sekian tahun tak kunjung beres dan nyaris barengan sama aku wisudanya itu bukan aku,haha..

LAXI
(tersenyum simpul)
Ehm..kamu masih ingat kan perbincangan kita di cafe depan kampus beberapa bulan yang lalu? Asal kamu tahu mei, saat itu merupakan titik balik aku sampai akhirnya seperti ini. Dan seseorang bagi ku adalah kamu. Sejak saat itu aku tak mau terlihat bodoh di depan orang yang aku sukai, dan mencoba menyusuri setiap jejak yang kamu suka. Fokus kuliah, selesaikan skripsi dan lulus dengan nilai yang baik, semua yang kamu suka ternyata membawa dampak besar bagiku dan orang-orang disekelilingku.itu berkat kamu Mei. Terakhir, papah menyarankanku untuk melanjutkan studi hukum ke amerika. Tapi aku meminta pendapatmu, jika kamu setuju aku akan ikuti. Bagaimana ??

MEILA
(tersenyum tipis dan duduk sambil menatap langit)
Alhamdulillah..
kak, kalo g salah aku masih belum memberitahu Seseorang dalam hiduku??
Seseorang itu adalah Allah, sang pemegang hidup kita semua.
Semua yang aku lakukan juga hanya karena Dia suka dan seperti kakak bilang, aku juga tak mau terlihat bodoh dengan melakukan hal yang dibenciNya.
Jadi, aku benar-benar bersyukur bahwa kakak bisa melakukan hal yang sama. Tapi satu hal lagi yang harus kakak pahami, Allah menyukai proses.
Dan tanpa sepengetahuanku melalui proses  Allah membimbing kakak untuk mengikuti jalan yang disukaiNya dan sekarang proses itu harus naik ke tahap selanjutnya. ‘seseorang’ yang semula kakak jadikan tolak ukur adalah aku, saat ini aku adalah milikNya, jadi kembalikan semua padaNya. Pada Allah karena Dia tahu yang terbaik untuk kakak.
Semoga kakak bisa istiqomah menjalani proses ini..

Meila beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Laxi yang terduduk dalam diam. Sampai Akhirnya ia menemukan buku di samping tempat duduk yang ditinggalkan Meila. TUNTUNAN SHALAT SUNNAH.

Thursday, 5 September 2013

Wisata Masjid part2

Thursday, September 05, 2013
Eh, iya nie,,, singkat cerita tentang Masjid Kudus ...
Masjid Raya Al Manar yang lebih dikenal masyarakat sebagai masjid Menara Kudus, adalah salah satu masjid dengan karakteristik unik dalam arsitekturnya dan bahkan memiliki ciri khusus yang diluar pakem dalam pembangunan masjid di jazirah Arab. Terdapatnya bangunan menara dilingkungan masjid dengan desain yang unik, membuatnya lebih dikenal masyarakat sebagai masjid Menara Kudus. Sebagaimana masjid – masjid di Jawa yang memiliki desain unik, seperti masjid Demak – lihat tulisan pada wisata religi masjid Agung Demak, begitu pula masjid Menara Kudus, memiliki keunikan baik dari segi desain maupun sejarahnya.
Masjid Al Aqsa atau masjid Menara Kudus lokasinya berada di Kauman, Kecamatan Kota, sekitar 1,5 km ke arah barat pusat kota ( Simpangtujuh ). Jika kita berkunjung ke Kudus, tiada lengkap kunjungan kita kalau belum mengunjungi masjid Menara Kudus, yang sudah menjadi salah satu landmark kota Kudus. Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota, membuat masjid Menara Kudus ramai dikunjungi orang setiap harinya.
Sejarah berdirinya masjid Menara Kudus, tidak lepas dari peran Sunan Kudus sebagai pendiri dan pemrakarsa. Sebagaimana para wali songo yang lainnya, Sunan Kudus memiliki cara yang amat bijaksana dalam dakwahnya. 


Diantaranya, beliau mampu melakukan adaptasi dan pribumisasi ajaran Islam ditengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Budha. Cara inilah yang diakui oleh banyak kalangan tokoh agama dan budayawan sebagai salah satu kunci sukes dakwah Sunan Kudus  dan  wali songo dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara.
Pencampuran budaya Hindu dan Budha dalam dakwah yang dilakukan Sunan Kudus, salah satunya dapat kita lihat pada masjid Menara Kudus ini. Bangunan menara, sebagai salah satu elemen yang menonjol, mengadopsi model bangunan ibadah umat Hindu dan Budha. Bangunan menara, tersusun dari batu bata dengan bagian kepala menara berbentuk atap tumpang atau tajuk dari kayu jati dengan empat saka guru. Dibagian atas menara, diletakkan bedug dan kentongan sebagai pertanda waktu dan even tertentu. Nah, di Kudus dikenal tradisi “dandangan”, sebuah tradisi menandai diawalinya puasa Ramadhan dan pada saat itulah bedug dan kentongan itu dibunyikan. ( jadi ingat, waktu kecil suka diajak teman-teman pergi ke menara, hanya untuk mendengarkan bunyi bedug dan menikmati ramainya pesta rakyat pada acara dandangan ).
Tidak hanya sampai disitu, dilingkungan masjid Menara Kudus, terdapat gapura yang mirip dengan bangunan candi, yang tersusun dari batu bata tanpa semen, yang merupakan ciri khas candi di Jawa Timur. Ada juga tempat wudlu yang berupa pancuran yang berjumlah delapan dengan arca yang diletakkan diatasnya ( sekarang masih nggak ya .. ? ), konon mengadaptasi dari keyakinan Budha, “Delapan jalan kebenaran” atau “Asta Sanghika Marga”.
Tidak hanya menara, bangunan-bangunan di sekeliling masjid juga banyak yang mirip dengan bangunan candi. Gapura di depan masjid yang tersusun dari batu bata tanpa semen tidak lain merupakan ciri khas candi di Jawa Timur. Ada juga pancuran untuk wudhu yang berjumlah delapan. Di atas pancuran itu diletakkan arca. Jumlah delapan pancuran, konon mengadaptasi keyakinan Buddha, yakni ‘Delapan Jalan Kebenaran’ atau Asta Sanghika Marga.
Menurut sejarah dan tanda – tanda yang terdapat di masjid Menara Kudus, ada keyakinan bahwa masjid ini didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M. Hal ini dapat diketahui dari enkripsi ( sandi ) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahsa Arab.
Waaahhh… ternyata w o w alias wwooww juga nie Masjid… gag nyesel deh gue dating bareng rombongan ke sana… eeiittsszzz… di sana Cuma mampir shalat dhuhur sekaliyan di jama’ Asar. Karena, masih ada satu objek yang menurut gue.. ini yang paling penting. Hehee
Objek wisata Pantai Kartini di Jepara. Beneran deh, gue baru pertama kali dateng kesini. Malahan gue baru tau kalo ada pantai Kartini… apa lagi gue juga sempet kaget pas liyat dari jauh, ada kura-kura segede gedung .. !! percaya gag sih… mau tau kaya apa detail pantainya… yuuukk cari tau
Dampo Awang Beach atau dulu dikenal dengan nama Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK) kini berganti nama "Dampo Awang Beach" Adalah sebuah taman dan pantai yang terletak di Kota Rembang, tepat di sisi utara jalur pantura. Sebelum pengelolaannya diserahkan ke pihak swasta, taman ini bernama Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK) yang kemudian diganti dengan nama Dampo Awang Beach. Penggantian nama dilakukan untuk membedakan dengan Pantai Kartini di Jepara.
"Dampo Awang Beach" atau nama lamanya TPRK adalah salah satu tempat tujuan wisata yang berlokasi di Kabupaten Rembang yang sudah dikenal oleh masyarakat di wilayah ini dan daerah-daerah sekitarnya sejak zaman penjajahan Belanda. 

Pada zaman kolonial Belanda, taman itu di samping digunakan sebagai tempat rekreasi juga digunakan untuk mengawasi lalu lintas laut di sekitar perairan Rembang. Di tempat itu terdapat bangunan kuno yang diperkirakan sebagai tempat pertemuan dan pesta orang-orang Belanda.
Menurut informasi dari Dinas Pariwisata Rembang, di atap bangunan ini pernah ditemukan tulisan angka tahun pembuatan gedung tersebut, yakni tahun 1811. Seandainya hal ini benar maka kemungkinan gedung ini dibuat pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal HW Daendels (1808-1811) yang terkenal sebagai pemrakarsa pembangunan jalan Anyer - Panarukan itu. Kabupaten Rembang merupakan salah satu kota yang dilintasi jalan tersebut.[2]
Sejak 1945, gedung ini dimanfaatkan oleh jemaat umat Kristen Protestan untuk beribadah. Namun karena semakin lama jemaatnya berkurang, gedung tersebut selanjutnya difungsikan sebagai taman bacaan dan perpustakaan pemerintah daerah. Pada akhir 2001, atap bangunan tersebut roboh. Yang tersisa hanya tiang penyangga dan temboknya.
Melihat kondisi gedung bersejarah tersebut rusak parah, Pemkab melakukan berbagai upaya agar bangunan tersebut dapat berdiri kembali. Setelah dilakukan renovasi, gedung tersebut oleh Pemkab selanjutnya akan digunakan sebagai gedung pertemuan dan pusat promosi dan pengembangan wisata kota penghasil garam ini.
Jika dilihat perkembangannya, Taman Rekreasi Pantai Kartini ini sudah mengalami beberapa kali renovasi. Yakni, pada 1979 di tempat wisata tersebut dibangun sarana bermain anak-anak. Selanjutnya pada 1992 diadakan penataan lagi dengan menambah fasilitas seperti gardu pandang dan pembangunan talud pantai untuk menarik minat pengunjung atau wisatawan.
Asiiikkkk… pantainya bener-bener bikin hati gue adem, tentrem… makan sore disana, and nyari oleh oleh buat orang” tercinta… juju raja gue gag beli apa-apa. Bingung,, uang udah limited edition,, akhirnya gue Cuma beli es krim sama Jihan. Hehee menikmati masa kecil yang dulu.. dulu banget lum ada makanan kaya gini….
Whats up brow…akhir cerita, kita pulang ke Banyumas lagi… di tengah jalan malem-malem mampir makan di rumah makan di daerah Wonosobo. Secara,, Wonosobo man…. Bbrrrr… dingine ppuuooll…. Mw nyuci muka aja gag brani, apa lagi mandi… gag sanggup!! O_O
2 jam lagi gue nyampe Bannyumas… yah…. Akhirnya tepat pukul 24.00 WIB rombongan sampe. Gag banyak mikir, gue langsung tepar di atas tikar di deket kasur… udah ngantuk banget… -_-
Yuuppzz… itu kisa gue yang kedua.. padahal kejadian.a udah dari kemarin, tapi baru sempet gue tulis nie kisah. Biar temen-temen pembaca pada tau sedikit informasi tentang objek wisata di Jawa Tengah.. intinya.. gue mumed pas nulis nie postingan.. makanya tulisannya gag karuan kaya gini,, sorry yeeaahh… ^^
the end

Sunday, 25 August 2013

Wisata Masjid part1

Sunday, August 25, 2013
Posting Yang kedua apa ya..???
masih bingung mau nulis apa nie,, soalnya gue Cuma pengen curhat. Yaa.. maklumlah gue gag terbiasa numpahin isi hati gue lewat tulisan. Karena biasanya gue lebih suka diem.. cemberut gag jelas. Dasarnya gue emank orang yang pendiem.. gag suka ngomong kalo gag penting.
Ya udah deh.. kali ini gue mau cerita tentang perjalanan gue keliling masjid di Jawa Tengah. Wwiiihh.. gile gag si, traveler banget gue.. hhaaa… tapiii gue numpang bareng jama’ah Ta’lim Ponpes Miftahussalam Banyumas. Secara, gue dapet amanat jadi bagian dokumentasi,, ya tukang moto-moto gitu deh. gag pha-pha si, gue gag ngrasa repot dapet tugas kaya gitu. Emank dari dulu, gue suka ama kamera digital, handycam,,, pokoknya apa aja yang bias ngabadiin gambar-gambar and video lucu dari temen-temen gue. Tenang aja besok-besok gue posting deh, hasil editing sederhana gue… so pasti gambar yang gue ambil tanpa sepengetahuan si korban. Hehe (emank suka jail)
Lanjut,,, Perjalanan di mule sekitar pukul 24.00 WIB dari Banyumas. Yang rencananya jam 22.00 WIB mundur sampe jam segitu, karena bisnya yang telat.. katanya si bocor apa gimana gtu… tancap gas, langsung menuju ke semarang. Tepatnya mehuju ke masjid Agung Jawa Tengah.. lama juga sii, shubuh baru nyampe sana. Di perjalanan, bosen (karna ngantuk), asik (karena baru pertama kali), ngantuk (karena cape), laahh pokoknya nano-nano yang gue rasain di bus pas berangkat.
1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam… sampe juga di tempat tujuan. Yaitu : “Masjid Agung Jawa Tengah” gede bgt...!!! gila….!!! Berhektar-hektar luas masjidnya.. gue gag apal infonya.. jadi gue copas infonya dari mbah tercinta.. google..  cek it out :
Kota Semarang merupakan kota yang kaya akan tempat ziarah dan obyek wisata religi. Sebut saja Klenteng Agung Klenteng Agung Sam Poo Kong dan klenteng-klenteng kecil di Kawasan Pecinan, Gereja Blenduk dan Gereja Gedangan di Kota Lama, Pagoda Avalokiteswara di Watu Gong, hingga Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Gajah. Berbeda dengan yang lainnya, selain memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dakwah Islam dan pelayanan umat. Di masjid ini siapapun dapat belajar tentang sejarah peradaban Islam melalui perpustakaan yang lengkap dan museum yang ada di kompleks masjid.
Diresmikan pada tahun 2006, kompleks masjid yang megah ini memiliki fasilitas yang lengkap seperti convention hall, kios suvenir, kios makanan, gedung perkantoran, perpustakaan, hotel, hingga menara pandang. Secara arsitektur, Masjid Agung Jawa Tengah memiliki keunikan yaitu memadukan arsitektur Timur Tengah dan Roma tanpa melupakan ciri khas bangunan Jawa. 

Gaya Timur Tengah terlihat dari kubah dan empat mineratnya. Gaya bangunan Jawa terwakili dalam desain tanjung di bawah kubah utama. Sedangkan pengaruh Yunani jelas terlihat pada 25 pilar yang terletak di plaza utama. Pilar-pilar berwarna ungu yang dipadukan dengan kaligrafi itu menyerupai bangunan Coloseum di Roma. Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi dengan 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan menutup secara otomatis. Payung raksasa ini mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi di Madinah.
Tak jauh dari masjid, terdapat sebuah menara setinggi 99 meter yang disebut dengan nama Menara Asmaul Husna. Menara yang melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah ini dilengkapi dengan lift yang akan membawa pengunjung menuju puncak menara guna menyaksikan keindahan Masjid Agung Jawa Tengah serta Kota Semarang dari ketinggian. Saat mengitari puncak menara, pandangan YogYES tertumbuk pada deretan teropong yang disediakan oleh pengelola masjid. Teropong tersebut bisa digunakan jika pengunjung memasukkan koin lima ratusan lama yang berwarna kuning. Setelah mengobrak-abrik isi tas, akhirnya YogYES menemukan satu koin dan bisa digunakan untuk memakai teropong selama 5 menit.
Puas berada di puncak menara, YogYES turun ke lantai 3 guna menyaksikan Museum Peradaban Islam. Museum dua lantai ini menyimpan koleksi yang beragam, mulai dari dokumentasi sistem pendidikan pesantren, naskah kuno, kumpulan kitab, miniatur masjid, contoh ornamen masjid, hingga Al Quran raksasa yang ditulis menggunakan tangan. Saat keluar dari menara, azan magrib berkumandang, semua orang terlihat bergegas menuju masjid dan suasana berubah menjadi senyap.
Nnnaaahhhh…. Itu info lengkapnya. Masih kurang..??? Tanya aja ma mb ah,, ^^
Udh ya.. gue cuma bentar di sana, numpang sholat, mandi (gue kaga), and makan pagi. Oiya.. lupa, narsis bentar ma adik-adik kecil gue …

Lanjut ke objek yang kedua, yaitu masjid Agung Demak. Asli, kaget jug ague pas kesana, masjid yang isinya makam juga tempat ziarah. Gue aja mau sholat di sana gag jadi karena ngeri. Cuma duduk di serambi museum dekt masjid itu.. makan pop mie sama Jihan.
Kalo soal, info lengkap tentang masjidnya… musti Tanya lagi nie… hehee
Saksi bisu penyebaran agama islam di tanah air yang berumur lebih dari 500 tahun masih berdiri kokoh di seputar alun-alun Kabupaten Demak. Masjid Agung Demak begitu bangunan itu disebut masih menjadi daya tarik sendiri para pecinta sejarah untuk berkunjung. Mereka penasaran dengan masjid tempat berkumpulnya para wali songo itu.
BERBEDA dengan bangunan masjid saat ini yang berkiblat ke negeri timur tengah, arsitektur Masjid Agung Demak sangat 'jawa'. Atap berbentuk limas dari masjid yang terletak di desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjadi penegasnya. Bentuk yang hampir tidak berubah sejak didirikan pada raja Kesultanan Demak pertama, Raden Patah sekitar abad 15 masehi membuat penasaran pengunjung. Khususnya empat tiang kayu yang menjadi penyangga masjid.


 Di dalam masjid ada empat tiang besar setinggi 17 meter dengan masing-masing dituliskan nama wali. Ada yang bertuliskan sunan ampel, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Pengunjung yang penasaran tidak jarang beberapa kali menyentuh tiang yang konon katanya dibawa langsung oleh para sunan.
Masjid Agung Demak dipercaya menjadi tempat berkumpulnya sembilan wali tanah jawa. Masjid Agung Demak merupakan bangunan yang juga menegaskan adanya Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi yang dipimpin oleh Raden Patah kala itu.
Arsitektur masjid ini terdiri atas bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru yang kono berasal dari serpihan-serpihan kayu dan disebut juga saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan.
Selain itu, ada juga “Pintu Bledeg”, bertuliskan Condro Sengkolo, yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H. Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.

Udah tau kan….  Nah itu baru objek kedua … masih ada dua objek lagi yang bakal di tuju… nie yang ketiga, rombongan majlis ta’lim mau berkunjung ke masjid yang punya menara,, kaya di film “Lima Menara” itu lloohh…. Iya,, betul banget.. kita langsung berkunjung ke Masjid Kudus (yang punya Menara Kudus). Kaget juga si pas kesana. Sesak.. penuh, rame banget.. malahan sempat liyat ada mahasiswa dari Malaysia yang lagi penelitian. Ko’ tau?? Ya tau lah,, dah keliyatan dari bahasanya pas ngobrol.

Kesan Pertama Ngajar

Sunday, August 25, 2013
Posting pertama di blog baru gue,, yah.. meskipun gue ngrasa masih kaku banget kalo ngetik. Tapi, gue yakin.. semakin rajin ngetik, makin lancer juga akhirnya ,, hehe

Sore yang cerah. Seperti biasa di tanah Miftahussalam menjelang waktu Asar.. sstttzz.. jangan bilang” kalo aku juga lagi bermalas2 di atas kasur. Dari tadi duduk di kursi lab. Computer, rasanya cape’, penat, bosen,, padahal kerjaan numpuk.

Eh, iya… gue mau cerita nie…

Mm,, sejak kemarin pas hari Rabu(24/07/13), gue dh mulai aktif ngajar di Madrasah Tsanawiyah. Wwuuiihh bener-bener pengalaman pertama gue bias berdiri di depan anak-anak buat nyampein materi. Grogy banget tauuu!!! Padahal gue dh biasa ngomong di depan orang banyak, tapi kenapa ya.. kesan kali ini bener-bener beda dari biasanya?? -_-

Maple yang gue pegang, Penjaskes kelas VII sama Qur’an Hadits kelas VIII. Kalo buat Penjasorkes sii biasa ajah, karena kerjaannya palingan olahraga di lapangan. Gag pake ribet, anak-anak tinggal di kasih bola atau alat olahraga,, udah deh… nyante lagi gue…. Gkgkgk Tapi kalo buat Qur’an Hadits,, mmm… musti serius nyampeinnya, karna nie bukan masalah sepele… masalah ayat dari Al Qur’an sama Haditsnya Rasululloh.. kudu hati-hati and bener-bener serius. Moga aja si gue mampu ngadepinnya.

Apa lagi, kalo gue sering liyat anak-anak, pagi-pagi udah mule ada yang nundukin kepala… sampe-sampe nempel tuh kepala ma meja., (dikasih lem kali ya). Gue harus punya trik tersendiri buat bikin mereka bangun plus mau ndengerin apa yang keluar dari mulut gue. Ahhahhaa… kayanya bakal seru kalo gue bikin mereka malu.,, tapi gue gag sesadis itu lah. Cukup kasih cerita atau apalah yang bias bikin mereka senyum sampe ketawa, nanti juga bakal pada bangun. 

Kesan pertama, di pertemuan pertama, di hari pertama, jam pertama, ,,, itu…. Istimewa banget… gue baru sadar ternyata mimpi gue udah tercapai. Gue pernah mimpi pengen banget jadi guru. Bener-bener gag nyangka… belum gue siap, mimpi itu udah di depan mata. Akhirnya, gue harus belajar banyak, biar gag keliyatan kaku di depan yang di ajar.

Ya… itu dulu ya,, sedikit gue pengin curhat ajah. Biar pikiran gag sumpek, gag ada yang ngeganjal hati jadi sakit. hehe