SINOPSIS
Meila, salah satu mahasiswi yang juga seorang penyiar radio kampus tiba-tiba menarik perhatian Laxi seorang vocalist band dan mahasiswa yang mempertahankan gelarnya sebagai mahasiswa abadi karena tidak pernah menyelesaikan studinya.
Kehidupan Meila yang sederhana namun penuh dengan makna yang tak biasa begitu menarik perhatian Laxi yang memiliki kehidupan cenderung tak beraturan. Perhatian yang lambat laun merubah kehidupannya ke arah yang lebih positif.
Pertemuan pertama mereka di studio radio kampus pada acara yang sama, ternyata menjadi hal yang tak biasa bagi Laxi. Dia merasa ada sesuatu yang membuat gadis berjilbab itu seolah berbeda dari yang lain.
Seiring kedekatan yang dijalani keduanya, Laxi menemukan sisi yang membuat Meila berbeda dan membuat ia begitu menyukai gadis ini. Sisi positif yang mendominasi pada diri Meila akhirnya menjadi inspirasi dan menular pada sikap Laxi yang cenderung mendominasi ke sisi negatif . Tapi ternyata Meila pun memiliki alasan atas sikapnya. Seseorang yng menjadi inspirasi atas berbagai sikap positif dalam hidupnya. Seseorang yang juga tidak pernah diduga sebelumnya oleh Laxi.
TREATMENT
Pertemuan pertama Meila seorang mahasiswi yang juga memandu acara di Radio kampus dengan Laxi mahasiswa yang tak kunjung rampung kuliahnya dan vokalis band yang saat itu menjadi bintang tamunya sebenarnya sederhana. Meski saat itu hari valentine, bukan itu yang membuat Laxi merasa pertemuan itu istimewa. Laxi menemukan ada sesuatu yang menarik dalam diri Meila di balik jilbab yang dikenakannya.
Hari berikutnya Laxi bangun pagi-pagi sekali untuk sengaja datang ke studio radio kampus untuk menemui Meila dan mencari tahu apa yang membuat perempuan itu menarik perhtiannya. Saat Laxi sampai di studio, Meila sedang memandu acara di ruang siaran dengan ceria seperti biasa. Laxi menunggu di ruang tunggu yang hanya disekat oleh kaca kedap suara dengan ruang siaran. Tanpa disadari, Laxi memandang dengan dalam ke arah perempuan cantik berbalut jilbab di ruang siaran sambil bercengkrama dengan pikiran dan perasaannya. Sampai akhirnya Meila keluar dari ruang siaran dan membuyarkan lamunannya.
Untuk menyelidiki apa yang membuat Meila begitu menarik, Laxi mengajaknya untuk berbincang di taman belakang kampus. Namun dengan cuek Meila menolak dengan alasan yang mungkin tidak masuk akal. Dia takut karena tempat tersebut banyak setannya, dan menyarankan kafe depan kampus sebagai gantinya.
Di tengah suasana kafe yang ramai oleh mahasiswa yang sudah berhenti dari aktifitasnya atau orang-orang yang hanya ingin rehat sejenak, keduannya memesan minuman. Laxi yang masih penasaran dengan alasan Meila membawanya ke tempat ini karena takut setan. Ternyata diluar dugaan, prinsip bahwa jika perempuan dan laki-laki yang bersama ditempat sepi seperti itu akan ditemani setan adalah landasan utamanya. Meski aneh, tapi menurut Laxi cukup masuk akal.
Sikap unik Meila itu membawa Laxi menuju pertanyaan pegangan hidupnya selama ini. Dengan ciri khasnya yang santai, Meila menjawab bahwa selama ini tak ada pegangan apapun karena kehidupan yang dia miliki pun milik seseorang. Jadi dia pun hanya melakukan apapun yang memiliki kehidupannya suka.
Laxi masih belum bisa mencerna apa maksud dan siapa seseorang yang Meila bicarakan. Sampai akhirnya ia menyinggung pertemuan pertama mereka saat acara spesial hari valentine di radio. Apakah statment cinta tak hanya dari mata turun ke hati tapi juga harus berlanjut ke rasio yang diutarakan Meila merupakan keinginan seseorang itu?. Titik penasaran Laxi pun memuncak dengan pertanyaan siapa sebenarnya seseorang yang di maksu itu. Dengan sigap Meila menjawab bahwa itu adalah proses, dan itu hal yang Dia sukai. Karena Cinta juga merupakan anugerah yang juga harus kita jaga. Dengan menjalani proses sinerginya rasa dan rasio itu aku yakin akan mendapatkan cinta dari seseorang suatu saat nanti. Bukan untuk dipermainkan lantas ditinggalkan seperti orang-orang yang pacaran lantas putus begitu saja tapi cinta yang kita sering sebut true love. Berat atau cenderung aneh memang menurut Meila sendiri. Tapi setidaknya masuk akal. Setelah itu Meila pun meninggalkan Laxi tanpa memberi jawaban atas pertanyaan jati diri seseorang yang Meila maksud.
Saat itu Laxi hanya menyimpulkan bahwa Meila hanya melakukan yang etah siapa, mungkin orang tua yang jelas orang yang sangat berharga yang menggenggam hidupnya sukai. Dengan membawa kesimpulan itu, Laxi merasa harus melakukan hal yang sama.
Dua tahun berlalu, kehidupan Laxi berubah 180 derjt setelah mengenal Meila. Mahasiswa yang dikenal sebagai mahasiswa abadi itu berhasil wisuda tahun ini dengan nilai yang cukup memuaskan. Kehidupannya yang semula yang tak beraturan menjadi lebih baik sampai kepercayaan orang tuanya pun untuk melanjutkan studi ke luar negeri pun berda dalam genggamannya saat ini.
Selepas acara wisuda, Laxi bertemu dengan Meila dan teman-temannya dari radio yang ingin mengucapkan selamat padanya. Saat berbincang dengan Meila, Laxi mengucapkan terima kasih kepada Meila karena ternyata semua hal yang menjadikannya manusia yang lebih baik dari sebelumnya adalah karena dia.
Seperti yang Meila lakukan, Laxi pun mengatakan bahwa ia melakukan semua yang ia lakukan karena Meila menyukainya. Menyelesaikan studi dan menjalani hidup dengan lebih baik adalah hal yang disukai Meila. Maka Laxi pun melaksanakannya karena seseorang bagi Laxi adalah dirinya. Begitu pun dengan permintaan ayahnya untuk melanjutkan studi ke luar negeri, Laxi meminta pendapat darinya langsung.
Untuk sesaat Meila terdiam dan menatap langit yang biru terang di atasnya. Sampai akhirnya di mengatakan bahwa dia belum memberi tahu siapa seseorang dalam hidupnya itu. Ternyata Seseorang itu adalah Allah, sang Khalik pemilik kehidupan semua makhluk termasuk Meila dan Laxi. Meila mengatakan bahwa Semua yang dilakukannya juga hanya karena Dia suka dan aku juga tak mau terlihat bodoh dengan melakukan hal yang dibenciNya. Karena Allah menyukai proses, dengan mata berkaca Meila menambahkan bahwa tanpa sepengetahuannya melalui proses Allah pun membimbing Laxi untuk mengikuti jalan yang disukaiNya.
Di akhir kata-katanya Meila meminta bahwa Proses itu harus naik ke tahap selanjutnya. Dengan menjadikan ‘seseorang’ yang semula dijadikan tolak ukur adalah dirinya, menjadi Allah karena saat ini dirinya adalah milikNya, jadi kembalikan semua padaNya. Karena Dia tahu yang terbaik untuk kehidupan kita semua. Begitupun rencana kehidupannya ke depan dengan minta pendapat dariNya.
Sebelum meninggalkan Laxi, dia berpesan semoga keyakinan Laxi tentang hal ini bisa istiqomah dan naik ke tingkatan lebih tinggi. Setelah termenung cukup lama memikirkan apa yang dikatakan Meila, laxi menemukan sebuah buku di tempat duduk yang di tinggalkan Meila beberapa saat lalu. TUNTUNAN SHALAT SUNNAH. Kemudian halaman pertama ternyata terselip sebuah catatan dalam kertas kecil. Setelah membacanya, senyum kecil terukir di wajah Laxi.
“mintalah pendapatNya yang terbaik dengan istikharah..”.
SKENARIO FILM PENDEK
“Engkau suka, aku suka ”
01.INT. STUDIO RADIO KAMPUS. SIANG
Meila yang berbalut jilbab biru memandu acara di radio kampus dengan penuh keceriaan seperti biasanya. Di ruang tunggu, Laxi yang terakhir akrab dengan Meila saat Bandnya menjadi bintang tamu acara yang dipandunya serius memandangi gadis itu dari balik dinding kaca kedap suara yang membatasi ruang tunggu dan ruang siaran.
LAXI
(berkata dalam hati sambil terus memandangi Meila)
Entah apa yang dimiliki gadis ini. Cantik kah? Banyak temanku yang lebih cantik darinya. Jilbab yang dikenakannya, aku rasa caranya memakai jilbab tak ada yang istimewa. Mungkin itulah yang membuatku bisa bangun pagi dan datang ke tempat ini. Mencari tahu kenapa dia terlihat istimewa.
Meila keluar ruang siaran dan mendapati Laxi yang duduk menatap kosong ke ruang siaran dari ruang tunggu.
MEILA
(melambai-lambaikan tangan di depan Laxi)
Haloo..Kak Laxi ngapain bengong disini? Bandnya Jadi bintang tamu lagi disini?
LAXI
(setengah kaget)
(setengah kaget)
Hoh!! Eh, enggak aku nunggu kamu ada yang mau aku tanyakan sama kamu. Bisa ikut aku ke taman belakang kampus?
MEILA
(sambil berlalu)
(sambil berlalu)
oh..kita ke kafe depan aja yah biar rame, di taman belakang kampus takut banyak setannya, hihi
02.INT. CAFE DEPAN KAMPUS. SIANG
Setelah memesan makanan dan minuman, Laxi dan Meila Berbincang-bincang di tengah keramaian Cafe depan kampus oleh para mahasiswa yang berhenti sejenak dari aktifitas perkuliahannya.
LAXI
Mei, seriusan kamu kalo di taman belakang banyak setannya?di siang bolong gini??
MEILA
(manggut-manggut)
heuemm..apalagi setannya paling doyan ma cewek ma cowok yang berduaan,hahaha
oh ya, tadi kakak mu nanya apa??
LAXI
Ah..dasar,kirain apa.
Ehm...gini mei, aku cuma mau tahu apa seh yang kamu pegang dari hidup ini?
MEILA
wah..mulai serius neh..
ehm..sebenernya aku gak punya pegangan hidup kak,kenapa? Karena sebenernya hidup aku untuk Seseorang. Ya..so simple aja, aku mencoba berpegang aja padaNya dan apa yang Dia Suka. Dia menyukai ku tuk berpenampilan seperti ini, aku ikut. Dia suka aku menjaga pergaulan, aku coba ikuti dengan cara gak deket-deket taman belakang sekolah tadi, hehe. Yang pasti aku mencoba mengikut apa yang Dia sukai aja. Enough.
LAXI
Ehm..trus pas waktu valentine kemarin aku jadi bintang tamu di acara kamu. Aku denger kamu sempet bikin statment kalo cinta tak hanya dari mata turun ke hati tapi juga harus berlanjut ke rasio. Apa itu juga karena seseorang? Terus seseorang yang kamu jadikan pegangan itu cowo apa cewe seh?
MEILA
(tersenyum tipis)
Proses, itu yang Dia sukai.
Cinta juga merupakan anugerah yang juga harus kita jaga. Dengan menjalani proses sinerginya rasa dan rasio itu aku yakin akan mendapatkan cinta dari seseorang suatu saat nanti. Bukan untuk dipermainkan lantas ditinggalkan seperti orang-orang yang pacaran lantas putus begitu saja tapi cinta yang kita sering sebut true love.
Aduh..berat ya..hehe tapi emang gitu seh yang aku yakini kak.
Oh ya kak..pertanyaan terakhir aku pending ya, aku gak bisa lama-lama neh harus pulang tar keburu sore. Duluan ya, Assalamualaikum.
LAXI
oh ya, waalaikum......salam.
Melakukan apa yang Dia suka.
(termenung dalam diam)
03.EXT. TAMAN DEPAN KAMPUS. SIANG
Setelah dua tahun menunda skripsi dan seolah berencana takkan menyelesaikan kuliahnya, pada akhirnya Laxi merampungkan kuliahnya. Semua hal yang tak disukai oleh ‘seseorang’ dimata Laxi, dia tinggalkan. Begitupun sebaliknya. ‘Seseorang’ itu adalah Meila. Perempuan yang beberapa bulan lalu memberinya inspirasi dan berperan penting dalam perubahan hidupnya.
Saat Laxi keluar dari auditorium, Meila dan teman-teman radio membawa ikatan bunga sebagai ucapan selamat. Sambil berjalan diantara orang-orang yang lalu lalang, Laxi dan Meila berbincang-bincang.
LAXI
Mei, Makasi banyak ya atas semuanya..
MEILA
(berhenti sejenak)
Hoh, makasi untuk apa? Yang bikin kakak diwisuda setelah sekian tahun tak kunjung beres dan nyaris barengan sama aku wisudanya itu bukan aku,haha..
LAXI
(tersenyum simpul)
Ehm..kamu masih ingat kan perbincangan kita di cafe depan kampus beberapa bulan yang lalu? Asal kamu tahu mei, saat itu merupakan titik balik aku sampai akhirnya seperti ini. Dan seseorang bagi ku adalah kamu. Sejak saat itu aku tak mau terlihat bodoh di depan orang yang aku sukai, dan mencoba menyusuri setiap jejak yang kamu suka. Fokus kuliah, selesaikan skripsi dan lulus dengan nilai yang baik, semua yang kamu suka ternyata membawa dampak besar bagiku dan orang-orang disekelilingku.itu berkat kamu Mei. Terakhir, papah menyarankanku untuk melanjutkan studi hukum ke amerika. Tapi aku meminta pendapatmu, jika kamu setuju aku akan ikuti. Bagaimana ??
MEILA
(tersenyum tipis dan duduk sambil menatap langit)
Alhamdulillah..
kak, kalo g salah aku masih belum memberitahu Seseorang dalam hiduku??
kak, kalo g salah aku masih belum memberitahu Seseorang dalam hiduku??
Seseorang itu adalah Allah, sang pemegang hidup kita semua.
Semua yang aku lakukan juga hanya karena Dia suka dan seperti kakak bilang, aku juga tak mau terlihat bodoh dengan melakukan hal yang dibenciNya.
Jadi, aku benar-benar bersyukur bahwa kakak bisa melakukan hal yang sama. Tapi satu hal lagi yang harus kakak pahami, Allah menyukai proses.
Dan tanpa sepengetahuanku melalui proses Allah membimbing kakak untuk mengikuti jalan yang disukaiNya dan sekarang proses itu harus naik ke tahap selanjutnya. ‘seseorang’ yang semula kakak jadikan tolak ukur adalah aku, saat ini aku adalah milikNya, jadi kembalikan semua padaNya. Pada Allah karena Dia tahu yang terbaik untuk kakak.
Semoga kakak bisa istiqomah menjalani proses ini..
Meila beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Laxi yang terduduk dalam diam. Sampai Akhirnya ia menemukan buku di samping tempat duduk yang ditinggalkan Meila. TUNTUNAN SHALAT SUNNAH.
