Wajah baru dari Waduk Mrican terlihat manis. Disetiap sisi dari
pertigaan itu sudah di pasang dengan lampu lalu lintas sebagai pengatur
kendaraan yang lalu lalang dari berbagai arah. Ini akan menjadi titik terang
bagi berkembangnya jalur menuju Rakit/ Wanadadi menjadi jalur yang ramai dengan
bus-bus serta angkutan pedesaan yang melintas. Bahkan di setiap sisi jalan
pun di perlebar lagi. Pastinya akan sangat mempermudah para pengguna jalur lalu
lintas ini ketika menghadapi kondisi macet.
Menjadi kisah yang lucu, ketika dulu aku juga sering lewat jalur
ini menuju Banjarnegara kota (pusat perkotaan) untuk mengikuti berbagai
perlombaan. Hal ini membuatku teringat akan suatu kejadian.
Seringkali aku seperti anak yang tersesat di pertigaan Proyek
(orang sering menyebutnya demikian). Kadang juga harus malu-malu bertanya pada
orang yang berada di dekat tempat itu. “Angkutan menuju Banjarnegara yang mana
ya mas/mba’??” sontak saja di jawab :” lha.. koe si bocah ngendi?? Deneng ora
ngerti bis nggone dewek?”. Aku hanya terdiam, menunggu petunjuk dari orang yang
menertawakanku tadi. Memang saat itu, ketakutan yang ku tunjukan barangkali
menjadi beban mental untuk mencoba menaiki sebuah bis. Aku takut tersesat, aku
khawatir nanti justru terlewat sampai ke Wonosobo. Ah, begitulah yang ada dalam
pikiranku waktu itu, karena memang aku yang masih terlalu polos untuk menjadi
pemberani mengakrabkan diri pada lingkungan keramaian.
