Berasal dari keluarga sederhana dan pas-pasan aku menjalani hidup dengan penuh keyakinan
bahwa Alloh ta’ala tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya hidup dalam kesulitan,
asalkan mau bersyukur atas apa yang selama ini diterima berupa nikmat yang di
limpahkan oleh-Nya maka semua itu akan dilipat gandakan. Aku yakin itu!!!
Tanggal 17 Februari 1994 untuk pertama kalinya aku menikmati
indahnya alam semesta ciptaan-Nya yang tiada terhingga. Sampai akhirnya aku
memulai pendidikan di Taman Kanak-kanak PGRI 2 Tribuana pada umur +4th. Karena masih terlalu muda, aku harus menjalani di tingkat ini selama 2 tahun.
SDN 2 Tribuana menjadi pilihanku melanjutkan sekolah dasar. Di sana aku banyak
menikmati suasana lucu bersama teman sebayaku.
Mulai beranjak remaja, kulabuhkan pendidikan setingkat SLTP di MTs
N 2 Rakit sebagai salah satu Madrasah yang sudah negeri dari 4 madrasah di
Banjarnega. Sebenarnya MTs Miftahussalam Banyumas sudah menjadi niatan awal,
akan tetapi karena ibu belum merelakan jauh dari beliau akhirnya kurubah niatan
untuk menjadi siswa Madrasah TsanawiyahNegeri 2 Rakit Banjarnegara.
Pengalaman demi pengalaman ku dapat di sana. Seiring usia sekolah
yang semakin meningkat aku diberi kepercayaan menjabat sebagai Ketua Organisasi
Siswa Intra Sekolah (OSIS). Tak lama setelah tanggung jawab itu ku pikul,
mengharuskanku untuk meluangkan waktu mengikuti kegiatan di luar kelas. Salah
satunya adalah Lomba Tingkat Kecamatan (LT II) di desa Tanjung Anom Kec. Rakit.
Sebagai ketua regu yang belum berpengalaman, aku berusaha memimpin anggota regu
semampuku.
Tiga tahun ku tempuh dengan begitu banyaknya ilmu yang ku bawa
pulang. Tidak hanya ilmu pelajaran dalam kelas, tapi justru lebih banyak ilmu
ekstra yang aku memang lebih menyukainya.
Di akhir kelulusan, aku menetapkan niat melanjutkan study di
Madrasah ‘Aliyah Saintek Miftahussalam Banyumas sebagai lembaga pendidikan
formal dibawah naungan Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam
Banyumas. Awal yang mengajariku untuk meninggalkan keluarga dan kemewahan
selama di rumah.
Satu minggu terlewat dengan tangis yang memuncak di sela-sela
shalat karena rasa rinsu dan khawatir dengan kondisi orangtua di kejauhan sana.
Sampai terlewat kesulitan itu, ceria dan bahagia pun akhirnya ku rasakan.
Terlebih rasa betah yang mengalihkanku dari keinginan untuk segera pulang. Yah,
aku lebih suka tinggal diasrama Ponpes menikmati suasana sepi selama hari
perpulangan santri.
Sampailah dua tahun tak terasa masa pendidikan di bumi
Miftahussalam ini, menghantarkanku menjadi bagian dari organisasi Ikatan Santri
(IS) atau OSIS di Madrasah lain. Berbekal pengetahuan yang ku dapat dari
Tsanawiyah dulu, aku berusaha memikul tanggung jawab sebagai pengurus bagian
Pendidikan dan Dakwah (PENDA). Salah satu bagian IS yang merupakan jiwa pondok
pesantren untuk mendidik santri. Bismillah, ku pikul tanggungan itu dg penuh
keyakinan untuk mewujudkan kemajuan Ponpes tercinta ini.
Desain menjadi jalan yang memudahkanku untuk tetap tinggal di bumi
nan elok Miftahussalam ini. Semoga perjalananku kelak akan menjadi penghantar
dalam meraih mimpi-mimpiku.
