Asalnya
hanya berkomentar dengan foto brosur Miftahussalam yang aku pajang di facebook. Setelah keluar
komentar yang kukira hanya canda, ternyata itu serius, aku pun kaget dibuatnya.
Bayangkan saja, sebuah tawaran yang tak pernah ku duga sebelumnya kemudian
secara tiba-tiba tertuju di tawarkan padaku. Inilah yang selalu ku yakini
dengan sepenuh hati… “Alloh Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya”. Terimakasih Ya
Alloh… Belum selesai perasaan kagetku ini, ku beranikan saja bertanya mengenai
hal-hal yang ku butuhkan. Akhirnya… semua hal itu mengantarkanku untuk pergi
menuju tempat dimana aku bisa mendapatkan hal-hal yang ku butuhkan itu.
Rabu,
13 Maret 2013 …
Pagi
sekali motor itu di panaskan. Motor yang selama ini menjadi kendaraan
bepergian, meskipun pinjam milik teman sekamarku. Alhamdulillah aku masih
mempunyai sahabat sebaik dia. Tepat pukul 07.00 WIB aku melaju dengan kencang
menuju Banjarnegara. Tujuan utamaku
adalah silaturrahim ke Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Rakit. Meskipun aku sendiri
belum tahu persis seperti apa kondisi di sana sekarang, tapi aku punya
keyakinan pasti masih ada yang mengenaliku.
Sepanjang
perjalanan, yang terbayang olehku tidak lebih merupakan perasaan bahagia.
Bagaimanapun juga aku masih tidak menyangka dengan perjalananku ini. Begitu
besar kerinduanku untuk almamaterku ini. Terluapkan dengan tetesan tangis
bahagia. Aahh… aku cengeng, lebay sekali aku ini.
Di
sambut oleh sosok baru, aku pun merasa canggung. Dan bahkan sempat juga aku
dikira mendaftar menjadi staf guru di Madrasah ini. Tapi, ku potong begitu
saja, “tidak pak, saya ingin bertemu dengan pak Syarif”. Akhirnya akupun di
antarkan menuju sebuah ruangan yang cukup asing bagiku. Ruangan yang ku tahu
dulunya merupakan kelas kini berubah menjadi ruang guru. Sambil menatap jauh di
sebelah masjid juga terdapat ruang kelas baru. Karena jamanku dulu sepertinya
belum ada. Sesampainya di depan kantor guru, aku kembali terkagum dengan gedung
baru yang ada di samping kantor guru. Yah… setelah sekian lama tak berkunjung,
semua kondisi sudah berubah sangat drastis.
Memasuki
ruang guru, aku salah tingkah. Gugup bercampur bahagia tersembunyi di balik
senyum tertahanku ini. Benar-benar hal yang tak ku sangka, bertemu dengan dewan
guru lamaku. Apa lagi semua menyapaku dengan sangat ramah. Ya Rabb… mimpi apa
aku semalam. Tak terbayangkan kejadian haru seperti ini terjadi. Bersama pak
Syarif aku duduk memperhatikan setiap sudut ruang kantor. Tak lama akupun di
suguhi dengan foto-foto kegiatan MTs yang terbaru. Banyak sekali perkembangan
yang terjadi di sini.
Seusai
lama ku duduk dan sekiranya informasi yang ku butuhkan terpenuhi, aku keluar
menuju ruangan-ruangan lamaku. Aku kembali teringat masa lampau bersama teman
sekelas di sini. Wajah-wajah yang dulu masih sangat imut-imut termasuk aku yang
masih sangat polos (bisa dibilang culun) terbayang kembali tengah duduk di
ruang kelas pojok. Canda tawa serta ledekan seakan menggema disana. Begitu
jelas aku merasakan suara itu. Detak jantungku pun berdebar ketika ku
berkeliling sekitar gedung-gedung bersejarah ini. Sejarah untukku yang dulu
sempat berada disini bersama gedung-gedung ini selama 3 tahun. Banyak sekali
kisah-kisah lucu yang terjadi di sana. Teman-teman unik yang kutemui hanya di
sini. Juga pengalama berharga yang sangat berarti untukku, hingga karenanya
saat ini aku berdiri di tengah lingkungan Madrasah Tsanawiyah setelah 4 tahun
pergi.
