Sebenarnya, kenapa sih aku beri judul
postingan ini seperti itu? Kenapa juga tanggal itu terpampang di awal posting
kali ini? ….. hhmm, jawabannya akan pembaca ketahui setelah pesan pesan berikut
ini. (gkgkg- ga je banget nie.. o.O). Okey… Langsung aja gag pake lama, gag
pake ribet, gag pake mumed.. mari kita simak sedikit penjelasan dan pemaparan
kenapa begitu aneh terbaca artikel ini (padahal baru judulnya llhhooo… hehehe)
![]() |
Tapi sebelumnya, ku mulai posting di
blog ini tepat di awal tahun kelahiranku, semoga menjadi pelipurku kelak saat
ku sedih. Hehehe…
Mungkin bagi kebanyakan orang hari kelahiran
merupakan hari yang pantas untuk di rayakan. Bahkan ada juga yang menuntut
untuk di rayakan semeriah dan semewah mungkin dengan mengundang tamu-tamu
kehormatan dari kalangan petinggi yang ternama. Meskipun demikian fakta yang
nampak bahwa orang memandang hari kelahiran merupakan hari yang istimewa
tersisihkan oleh kesadaran mereka ternyata itu merupakan masa dimana umur dan
waktu di dunia ini terkurangi. Tidak tanggung-tanggung, waktu mereka terkurangi
sebanyak 1 tahun. Waktu yang begitu lama terlewatkan. Di sinilah seharusnya
mereka memikirkan apa yang sudah diperbuat selama 1 tahun silam? Gag
tanggung-tanggung loh… SATU TAHUN ,
bayangkan saja betapa lamaaaaanya waktu itu.
Sekedar
curhat… gag nyangka juga udah satu tahun lagi terkurangi umurku…
Ya
Alloh… ighfirly…
semoga
aku senantiasa memperbaiki diri di tahun depan nanti…
menjadi
hamba-Mu yang sholeh… ahlul ibadah… Amin…
betapa
ruginya aku jika harus bertindak lebih buruk dari tahun lalu…
Ingin rasanya ku ulangi kembali kehidupan yang
lalu, ketika ku masih polos dan lugu. Terlebih menjadi kebanggaan keluarga
sebagai anak yang penurut. Sempat juga kurasakan begitu indahnya lingkungan
persahabatan, lingkungan yang senantiasa mengajakku untuk mencoba hal baru.
Yah… masa-masa ketika aku duduk di Madrasah Tsanawiyah untuk mengembangkan
bakat/talenta yang tertanam pada diriku. Memang terasa sulit kala itu, tapi
kenapa baru sekarang aku mengerti kesulitan itu ternyata indah ??? kenapa?
Sedih juga harus kujawab pertanyaan yang tak mungkin bisa ku harapkan jawaban
yang memuaskan. Sampai akhirnya jadilah aku yang sekarang. Aku yang penuh
keangkuhan dan perilaku tak sepantasnya kutanam dalam pribadi ini. Semoga
siapapun yang pernah merasa terganggu, tersakiti juga tak terima, sudi
memaafkan kesalahanku itu.
Meskipun demikian, aku tetap berusaha menjadi
orang yang baik, yang bisa di andalkan di semua hal. Yah… barangkali inilah
motifasiku kenapa hamper semua hal aku coba pelajari. Tak sesempurna seperti
seorang ahli di bidangnya,tapi aku bangga dengan rahmat dari Alloh di berinya
kemampuan ini. Akupun bisa menjadi sosok serbaguna, kata adik kelasku Imam
Triwibowo :”multimedia”… ahahaa… mungkin maksudnya multitalenta (serbabisa).
Ada-ada saja ucapan lucu yang keluar dari adikku yang satu ini, sosok lugu tapi
berwibawa. Pasalnya dia selalu terlihat serius di setiap kegiatan juga termasuk
kesehariannya sehingga siapapun yang
bertemu dengannya akan tertunduk malu-malu. Waaahh.. memang jagoanku nie..
sampai-sampai ketika STJ (Serah terima Jabatan) Ikatan Satri tahun 2012/2013 ke
pengurus 2013/2014 dia mendapat apresiasi yang membanggakan langsung oleh
pimpinan pondok pesantren. (Asrama dan Lingkungan Hidup), dia begitu giat
mengajak santri untuk piket, sapu lidi yang sudah terlepas dari ikatannya pun
ia perbaiki sendiri. Benar-benar bisa jadi teladan untuk yang lainnya. (gpp
lah.. sedikit cerita tentang Imam … ^^)
Lanjut lagi gag ya.. ?? -_- Belum ad aide nie…
Yaudah deh.. kita lanjutin di bagian kedua ya…
Makasih
dah mau ndengerin curhatanku ya Diary…
moga aja ada yang mau mampir, biyar gag Cuma kita berdua yang bahagia
tapi orang lain pun berkah untuk ikut bahagia juga.
See
you next part...
